ABSTRAK
Air merupakan sumber kehidupan, tanah yang mengandung air dibedakan menjadi 2 kondisi yaitu tanah dengan kondisi tidak jenuh air dan tanah dengan kondisi jenuh air, untuk tanah yang jenuh dengan air dibagi lagi menjadi 2 yaitu akuifer tertekan dan akuifer tidak tertekan, pada penelitian ini dilakukan di lokasi yang akan didirikannya fakultas kedokteran, mengingat pada fakultas kedokteran nantinya sangat membutuhkan jumlah air yang besar baik itu untuk kegiatan perkuliahan termasuk praktikum serta rumah sakit kecil. Penentuan kedalaman air tanah pada fakultas kedokteran digunakan metode geolistrik dengan menggunakan metode shclumberger ataupun metode ini disebut sebagai sounding, metode ini merupakan metode yang sangat sensitive terhadap pengaruh perubahan kedalaman sehingga metode shclumberger sangat cocok untuk survey air tanah. Dari hasil survey air tanah maka didapatkan kedalaman air tanah khususnya aquifer tertekan terdapat pada kedalaman 35.8 meter dengan nilai resitivitas 132 ohm meter, selain kedalaman aquifer bentuk stratifikasi tanah daerah penelitian tersusun atas tanah penutup berupa tanau pasir kelauan bercampur gambut dengan nilai resitivitas sebasar 179 ohm meter dengan ketebalan 3.68 meter, lapisan pasir 3108 ohm meter dengan ketebalan 15.5 meter dan lapisan batuan pada kedalaman 35.8 meter